Home
SAMAGAHA (GERHANA) PDF Cetak Surel
Hilman Sidiq / Sabtu, 16 Januari 2010 01:22

limabelasjanuariduaribusepuluh...

hampa...
redup...
senyap...
sayup terdengar kumandang puji-pujian menyerukan keagungan sang Khalik.

Hari ini...
untuk sejanak sang mentari merelakan janjinya pada sang bumi,
janji setia untuk slalu mendampingi, menerangi, memberi cahaya kehidupan dimuka
bumi...

hari ini...
saat kumemandang fenomena keagungan sang Khalik... samagaha...
melintas bayang seraut wajah...
wajah yang dulu setia menemani hari-hariku...
wajah yang dulu pernah mengukir indah mimpi-mimpiku...

tak terasa, lirih kusebut sebuah nama...
Sebuah nama,
yang dulu pernah mengukir hari-hariku...
yang dulu setia menghias mimpi-mimpiku...


hari ini...
saat kumemandang fenomena keagungan sang Khalik... samagaha...
tak terasa mengalir lembut butir air penyesalan dari sudut mataku
takala kulihat fenomena alam mengguratkan sebuah gambar...
gambar yang begitu menakjubkan,
gambar yang mengingatkanku akan sebuah janji untukmu...


aku adalah matahari
dan kamu adalah bumi

hari ini...
saat kumemandang fenomena keagungan sang Khalik... samagaha...
aku ingin bumi tau...
aku matahari...
yang untuk sejanak merelakan janjinya pada sang bumi,
janji setia untuk slalu mendampingi, menerangi, memberi cahaya kehidupan dimuka bumi...


hari ini...
saat kumemandang fenomena keagungan sang Khalik... samagaha...
aku baru sadar..
ternyata sang matahari tak bisa memenuhi janjinya
awan hitam menghalangi dia...
dan saat matahari berhasil mengusir sang awan
takdir berkata lain
malam telah tiba...

---##---

untuk seseorang, yang hari ini terlintas dalam benakku.


Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 16 Januari 2010 01:48